News Travel & Kuliner

Gerakan Sertifikasi Halal di Kutai Kartanegara yang Diinisiasi Kelompok Informasi Masyarakat

LintasMahakam.com, Kutai Kartanegara – Froum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Kutai Kartanegara menggagas gerakan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini diberikan secara cuma-cuma untuk meningkatkan daya saing produk usaha kecil.
Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kutai Kartanegara Ahmad Rianto menhelaskan, program ini merupakan salah satu program kerja Forum KIM Kutai Kartanegara.
“Forum KIM ini mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang berkembang di masyarakat. Mencari apa permasalahan yang ada, kemudian memberikan solusi,” kata Rianto, Selasa (6/9/2022).
Salah satu permasalahan yang ditemukan adalah sertifikasi halal produk-produk UMKM di setiap desa yang ada di Kutai Kartanegara. Sertifikasi tersebut akan sangat membantu produk lokal menembus pasar domestik.
“Dalam program kerjanya ini, Forum KIM sebagai fasilitator, komunikator dan medaiator di masyarkaat. Dalam implementasinya ada program pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama yaitu sertifikasi halal. Sekaligus sosialisasi dan pendampingan pendaftaran sertifikasi halal gratis BPJPH Sehati 2022,” ujarnya.
Karena bisa diurus dengan mudah, pengurus Forum KIM membantu pelaku UMKM di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendaftarkan secara online. Meski mudah, namun bagi masyarakat yang memiliki produk makanan tentu tak bisa mengirim data yang sesuai keinganan Kementerian Agama.
“Jadi pemilik usaha kecil tetap fokus membuat dan mengolah produk mereka, Forum KIM yang akan membantu mengurus sertifikasi halalnya,” ujar Arian, sapaan akrab Ahmad Rianto.
Forum KIM Kutai Kartanegara juga telah menyurati desa dan kelurahan yang ada di kabupaten ini untuk terlibat. Beberapa desa dan kecamatan telah merespon dan Forum KIM akan siap menyambangi.

Desiminasi Informasi

Program ini terbantu oleh salah satu pengurus Forum KIM Kutai Kartanegara yang memiliki sertifikasi penyuluh industri mandiri. Sehingga program sertifikasi halal ini memenuhi standar yang ditetapkan.
“Namanya Zakaria Ahmad Busro yang juga anggota Forum KIM Kutai Kartanegara,” kata Arian.
Tujuan utama sertifikasi halal ini adalah meningkatkan daya saing produk UMKM. Selain itu, produk yang telah memiliki label halal akan bisa masuk pasar retail dan pasar modern.
“Ini sejalan dengan inovasi Kukar Idaman yang menjadi visi Kabupaten Kutai Kartanegara yakni berdaya saing dan mandiri,” ujarnya.
Forum KIM Kutai Kartanegara merupakan binaan dari Diskominfo yang mempunyai fungsi sebagai mitra pemerintah daerah dalam desiminasi informasi publik, fasilitator antar pemangku kepentingan serta fungsi untuk mengelola dan mengemas informasi agar berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Kepala Diskominfo Kutai Kartanegara Dafip Haryanto menyebut Forum KIM Kutai Kartanegara dapat menjadi narasumber dalam pembentukan KIM kecamatan dan desa. Apalagi program kerja yang disusun sangat membantu masyarakat dalam mengakses dan mengolah informasi.
“Masyarakat itu kalau dari unsur pemerintah yang bicara nanti dibilang teori saja. Beda kalau yang mnyampaikan itu adalah teman-teman pelaku. Siapa teman-teman pelaku itu? Ya, dalam hal ini adalah Forum KIM itu sendiri. Jadi, kalau yang bicara itu adalah teman-teman pelaku, hasilnya akan lebih beda,” jelasnya.
Dia menjelaskan, Forum KIM Kukar berperan meningkatkan literasi terkait informasi dan TIK di masyarakat berdasarkan kelompoknya. Sebagian besar masyarakat sudah memegang telepon pintar sehingga mudah mengakses informasi.
“Mereka sudah jadi wartawan tanpa ada batas, tanpa ada filter, dan itu dibaca semua orang. Nah, peran KIM itu ada di situ: menjadi penyeimbang yang harus meluruskan informasi. Bukan yang bengkok diluruskan, tapi bagaimana menyambut kegiatan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Apresiasi Warga

Program sertifikasi halal oleh Forum KIM Kutai Kartanegara kini telah menyasar hingga Kecamatan Muara Muntai. Pelaksanaannya pada akhir pekan, 3-4 September 2022, lalu.
Seorang pelaku UMKM, Sri Kartika, mengaku bersyukur produk olahannya bersama masyarakat sekitar dibantu pengurusan sertifikasi halal. Dia berharap program ini berkelanjutan karena produk yang dihasilkan masyarakat terus berkembang.
“Tentu kami berterima kasih karena selama ini tidak tahu pentingnya sertifikasi halal itu sendiri,” kata Sri yang merupakan warga Muara Muntai.
Anggota DPRD Kutai Kartanegara Sopan Sopian juga memberikan apresiasi serupa terkait program Forum KIM ini. Program sertifikasi halal ini akan semakin membuat produk lokal di Kutai Kartanegara memiliki daya saing.
“Produk-produk kita naik kelas, bisa bersaing di pasar retail dan pasar modern serta jangkauan pasarnya akan semakin luas,” kata Sopan.