Advertorial News

Muhammad Samsun Sebut Kaltim Siap Hadapi Resesi Ekonomi yang Mengancam Tahun 2023

LintasMahakam.com, Samarinda – Krisis ekonomi global diprediksi menimpa Indonesia pada 2023 mendatang. Laju pertumbuhan ekonomi akan terhambat lantaran bank-bank sentral terus mengerek suku bunga acuannya, sehingga ancaman resesi sulit dihindari.

Menyikapi hal tersebut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Samsun mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya Kaltim tidak perlu khawatir dengan ancaman resesi tersebut.

Ia yakin bencana ekonomi itu tidak akan terjadi di Indonesia. Khususnya Kaltim sebagai pulau penghasil Sumber Daya Alam (SDA), terlebih lahan di Benua Etam cukup luas untuk memproduksi bahan pangan hingga Sumber Daya Energi (SDE).

“Indonesia termasuk Kaltim sudah mempersiapkan segalanya untuk menghindari resesi itu. Tinggal bagaimana kita mengelolanya, tapi jangan sampai merusak alam,” tuturnya beberapa waktu lalu.

“Kita bisa melakukan pengembangan pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Memikirkan kontinuitasnya juga,” ujarnya.

Kendati demikian, Samsun menyebutkan ancaman krisis global harus tetap diwaspadai. Berbagai upaya pasti bisa dilakukan secara bertahap dan terukur untuk meminimalisir potensi terjadinya resesi.

Proyeksi krisis ekonomi global sejalan dengan laporan World Economic Outlook, Countering The Cost of Living Crisis yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF). Di mana pertumbuhan ekonomi pada 2023 mendatang terlemah sejak 2021, kecuali masa Covid-19 dan krisis keuangan global.

Kondisi ini dapat menciptakan stagflasi atau situasi di mana pertumbuhan ekonomi melambat disertai dengan kenaikan harga (inflasi). Salah satu negara yang memiliki risiko resesi ekonomi yakni Indonesia sebesar tiga persen.

Samsun bilang, salah satu pemicu ekonomi krisis ini yakni perang Rusia dan Ukraina yang terus berlanjut menyebabkan krisis energi dan krisis pangan disertai dengan harga yang terus melambung tinggi. Terlebih Ukraina merupakan pemasok terbesar kebutuhan pangan dan pupuk untuk dunia. (Iswanto/ADV/DPRDKaltim)