{"id":667,"date":"2022-02-23T20:34:20","date_gmt":"2022-02-23T12:34:20","guid":{"rendered":"https:\/\/lintasmahakam.com\/?p=667"},"modified":"2022-02-23T21:06:11","modified_gmt":"2022-02-23T13:06:11","slug":"ponsel-disita-dua-santri-aniaya-guru-ngaji-hingga-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/2022\/02\/23\/ponsel-disita-dua-santri-aniaya-guru-ngaji-hingga-tewas\/","title":{"rendered":"PONSEL DISITA, DUA SANTRI ANIAYA GURU NGAJI HINGGA TEWAS"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/2022\/02\/23\/ponsel-disita-dua-santri-aniaya-guru-ngaji-hingga-tewas\/\" title=\"LintasMahakam.com, Samarinda \u2013\">LintasMahakam.com, Samarinda \u2013<\/a> Seorang guru mengaji bernama Eko Hadi Prasetya (43) di Pondok Pesantren Daarussa\u2019dah Jalan Mugirejo RT 18, Desa Lubuk Sawah, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang pada Rabu (23\/2\/2022) subuh tadi tewas ditangan dua santrinya sendiri berinisial AA (17) dan HR (17).<\/p>\n\n\n\n<p>Diketahui kedua santri ini nekat melakukan penganiayaan terhadap korban, lantaran menyita ponsel pelaku yang digunakan saat jam pelajaran, sehari sebelum kejadian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekira pukul 05.30 Wita usai sholat subuh kedua pelaku mendatangi korban untuk meminta ponselnya kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun saat itu korban tidak ingin mengembalikan ponsel tersebut lantaran muridnya AA dan HR nantinya akan kembali mengulangi perbuatan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPelaku kesal karena ponsel tidak dikembalikan. Pelaku langsung mengeroyok korban menggunakan kayu balok,\u201d ungkap Polsek Sungai Pinang, Kompol Irwanto melalu Kanit Reskrim Ipda Bambang saat dikonfirmasi awak media.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengeroyok, kedua santri melihat korban tidak berdaya dan akhirnya mereka melarikan diri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetelah kejadian, ada satu saksi melihat korban sudah terkapar dan langsung membawanya ke rumah sakit. Tepat pukul 07.30 Wita, korban dikabarkan meninggal dunia,\u201d ujar Bambang.<\/p>\n\n\n\n<p>Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami langsung melakukan penyelidikan atas kematian korban. Setelah setengah jam, kami pun mengamankan pelaku yang tak lain adalah santri dari pesantren ini,\u201d bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p>Polisi telah mengamankan barang bukti berupa dua buah kayu balok dari tangan pelaku yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk barang bukti hanya dua balok kayu itu,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus penganiayaan guru terhadap dua santrinya tersebut kini telah dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Samarinda.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu pun turut dibenarkan, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena saat dikonfirmasi awak media.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKedua pelaku beserta dua kayu balok telah diamankan di markas kepolisian Kota Tepian, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,\u201d ujar Kompol Andika.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini kedua pelaku berada di polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan kasus tersebut masuk ke tahap penyidikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LintasMahakam.com, Samarinda \u2013 Seorang guru mengaji bernama Eko Hadi Prasetya (43) di Pondok Pesantren Daarussa\u2019dah Jalan Mugirejo RT 18, Desa Lubuk Sawah, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang pada Rabu (23\/2\/2022) subuh tadi tewas ditangan dua santrinya sendiri berinisial AA (17) dan HR (17). Diketahui kedua santri ini nekat melakukan penganiayaan terhadap korban, lantaran menyita ponsel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":668,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[166,163,24,165,167,164],"class_list":["post-667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-guru-tewas","tag-ponsel","tag-samarinda","tag-santri","tag-sita-ponsel","tag-tewas"],"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan-150x150.png",150,150,true],"full":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan.png",1024,512,false]},"categories_names":{"13":{"name":"News","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/category\/news\/"}},"tags_names":{"166":{"name":"guru tewas","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/tag\/guru-tewas\/"},"163":{"name":"ponsel","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/tag\/ponsel\/"},"24":{"name":"samarinda","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/tag\/samarinda\/"},"165":{"name":"santri","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/tag\/santri\/"},"167":{"name":"sita ponsel","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/tag\/sita-ponsel\/"},"164":{"name":"tewas","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/tag\/tewas\/"}},"comments_number":"0","wpmagazine_modules_lite_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan-150x150.png",150,150,true],"cvmm-medium":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan-300x300.png",300,300,true],"cvmm-medium-plus":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan-305x207.png",305,207,true],"cvmm-portrait":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan-400x512.png",400,512,true],"cvmm-medium-square":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan-600x512.png",600,512,true],"cvmm-large":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan.png",1024,512,false],"cvmm-small":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan-130x95.png",130,95,true],"full":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Ilustrasi-Animasi-Kekerasan-Penganiayaan.png",1024,512,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=667"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":675,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667\/revisions\/675"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}