{"id":301,"date":"2021-07-27T10:26:06","date_gmt":"2021-07-27T02:26:06","guid":{"rendered":"https:\/\/lintasmahakam.com\/?p=301"},"modified":"2021-07-27T10:26:27","modified_gmt":"2021-07-27T02:26:27","slug":"ppn-25-persen-gantikan-ppnbm-kendaraan-bermotor-respon-gaikindo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/2021\/07\/27\/ppn-25-persen-gantikan-ppnbm-kendaraan-bermotor-respon-gaikindo\/","title":{"rendered":"PPN 25 Persen Gantikan PPnBM Kendaraan Bermotor? Respon GAIKINDO"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/2021\/07\/27\/ppn-25-persen-gantikan-ppnbm-kendaraan-bermotor-respon-gaikindo\/\"><strong>LintasMahakam.com<\/strong> &#8211;<\/a> Pemerintah sedang merencanakan penghapusan\u00a0Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan menggantinya dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) multi tarif.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, barang mewah termasuk mobil dan beberapa model motor&nbsp;bakal dikenakan tarif PPN sebesar 25 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Aturan tersebut nantinya akan tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika dimintai tanggapannya, Jongkie D. Sugiarto selaku Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengaku belum bisa berkomentar banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Wah, kami belum bisa berkomentar lebih lanjut karena belum tahu aturan main lengkapnya seperti apa,&#8221; ujar pria yang akrab disapa Jongkie ini saat dihubungi tim redaksi (24\/6\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Memang, pemerintah belum memberikan detail lain dari aturan pajak baru dalam pasal 7A RUU KUP tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain bahwa penerapan aturan pajak baru tersebut rencananya akan dilaksanakan dalam dua tahap.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahap pertama, pengenaan tarif PPN yang lebih tinggi akan diberlakukan bagi kelompok BKP yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor dan kendaraan bermotor.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan untuk tahap kedua, pengenaan tarif PPN yang lebih tinggi terhadap kelompok BKP yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya pada tahapan ini kendaraan bermotor tak lagi dibanderol PPnBM melainkan PPN 25 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak heran apabila mobil dan motor akan menjadi komoditas yang paling terdampak oleh kebijakan baru ini, mengingat kendaraan bermotor mendominasi penerimaan PPnBM sebanyak 90 persen berdasarkan SPT Masa.<\/p>\n\n\n\n<p>Bob Azam selaku Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN mengungkapkan, apabila hal tersebut direalisasikan tentu akan berdampak pada harga jual mobil baru.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Secara keseluruhan akan meningkatkan harga kendaraan yang diproduksi dalam negeri,&#8221; kata pria yang akrab disapa Bob (23\/7\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Bob mengungkapkan, penerapan pajak berdasarkan tingkat polusi atau carbon tax untuk kendaraan bermotor yang rencananya berlaku mulai Oktober 2021 saja akan menaikkan harga barang yang diproduksi dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Seperti LCGC dari 0 persen menjadi 3 persen, Low MPV dari 10 persen ke 15 persen-40 persen tergantung emisinya, dan Medium MPV dari 20 persen menjadi 40 persen tergantung emisi,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kalau ditambah lagi PPN yang naik dari 10 persen ke 15-25 persen, tidak terbayang berapa besar penyusutan market di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih,&#8221; tutup Bob.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>&#8212;<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: GridOto.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LintasMahakam.com &#8211; Pemerintah sedang merencanakan penghapusan\u00a0Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan menggantinya dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) multi tarif. Dalam hal ini, barang mewah termasuk mobil dan beberapa model motor&nbsp;bakal dikenakan tarif PPN sebesar 25 persen. Aturan tersebut nantinya akan tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":302,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11,49,10],"tags":[],"class_list":["post-301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis-pajak","category-gaya-hidup","category-otomotif"],"blog_post_layout_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo-150x150.jpg",150,150,true],"full":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo.jpg",460,307,false]},"categories_names":{"11":{"name":"Bisnis &amp; Pajak","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/category\/bisnis-pajak\/"},"49":{"name":"Gaya Hidup","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/category\/gaya-hidup\/"},"10":{"name":"Otomotif","link":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/category\/otomotif\/"}},"tags_names":[],"comments_number":"0","wpmagazine_modules_lite_featured_media_urls":{"thumbnail":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo-150x150.jpg",150,150,true],"cvmm-medium":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo-300x300.jpg",300,300,true],"cvmm-medium-plus":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo-305x207.jpg",305,207,true],"cvmm-portrait":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo-400x307.jpg",400,307,true],"cvmm-medium-square":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo.jpg",460,307,false],"cvmm-large":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo.jpg",460,307,false],"cvmm-small":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo-130x95.jpg",130,95,true],"full":["https:\/\/lintasmahakam.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/gaikindo.jpg",460,307,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=301"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":304,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301\/revisions\/304"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lintasmahakam.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}